Wednesday, February 15, 2017

SKEMA POWER SUPPLY SIMETRIS 2 KIPROK UNTUK POWER STEREO

Next posting berikut adalah membuat power supply simetris 2 kiprok untuk power amplifier stereo. Kemarin ada komentar blog yang masuk dari rekan-rekan, yang bikin saya tertarik untuk membuat posting ini. Dia bertanya, bagaimana jika supply tegangan simetris power amplifier stereo dipisah sendiri-sendiri setiap channel, tapi tetap menggunakan satu trafo. Jadi biasanya hanya menggunakan 1 kiprok, maka kali ini menggunakan 2 kiprok untuk supply simetrisnya. Satu kiprok untuk channel L dan satu kiprok untuk channel R. Jadi supply tegangan benar-benar dipisah antara channel L dan R. Menurut saya ini adalah ide yang sangat bagus sekali, memisah tegangan supply simetris hanya menggunakan satu trafo. Terus kelebihannya apa dengan yang pakai 1 kiprok? Simak lebih lanjut.

Saya mengatakan ide ini sangat bagus, karena jarang sekali saya menemukan model power supply yang menerapkan sistem seperti ini. Kebanyakan hanya menggunakan 1 kiprok untuk supply simetris, baik untuk beban power mono ataupun stereo. Sungguh ide yang sangat bagus sekali, jika kita bisa membuat power supply tersendiri setiap channel secara terpisah, tapi tetap menggunakan satu trafo. Menurut saya jika dibandingkan dengan power supply 1 kiprok untuk mensupply power stereo dan menggunakan 2 kiprok untuk power stereo secara terpisah, maka saya rasa lebih baik dan stabil, jika menggunakan 2 kiprok untuk memisah tegangan supply simetris setiap channelnya.

Ini adalah cara untuk menghemat biaya dan mendapatkan hasil yang maksimal. Karena biasanya power supply 2 kiprok menggunakan 2 trafo secara terpisah, maka kali ini kita akan membuat power supply menggunakan 2 kiprok secara terpisah, tapi tetap menggunakan 1 trafo. Bisa gak ya? he..he.. Jawabnya bisa. Terus apa kelebihannya jika dibandingkan dengan supply simetris yang menggunakan 1 kiprok? Menurut pandangan saya, tegangan akan lebih stabil setiap channelnya. Karena tegangan sudah disupply secara terpisah setiap channelnya, maka tidak akan terjadi tarik menarik tegangan setiap channel, karena supplynya sudah terpisah. Walaupun memang hanya menggunakan satu trafo, dan mungkin juga masih terjadi tarik menarik tegangan, tapi menurut saya hasilnya lebih baik dibandingkan hanya menggunakan satu kiprok.

Cara ini hanya sebagai alternatif saja dalam membuat power supply simetris untuk power amplifier stereo. Jadi bukan suatu keharusan untuk membuat supply seperti ini. Karena jika menggunakan 1 kiprok pun juga masih bisa dipakai. Hanya sebagai modifikasi saja atau cara lain untuk membuat supply simetris yang sedikit berbeda dari biasanya he..he.. Jadi yang mau coba silahkan, yang gak mau ribet ya silahkan, gak maksa loh ya he..he.. Lanjut. Skemanya mana mas? loh belum ya? Tunggu ya.

Berikut skema power supply simetris 2 kiprok untuk power stereo, hasil coretan saya agar lebih mudah dipahami untuk rekan-rekan yang lain yang mau mencoba trik ini. Terus terang saya cari skema model kayak gini belum ada di internet. Jadi dengan bekal apa adanya saya buat skema ini.


Nah sudah lihat toh skemanya. Ada dua kiprok yang masing-masing mensupply 4 buah elco 10000uf agar tegangan lebih stabil. Untuk Penyearahnya anda bisa menggunakan 2 kiprok atau menggunakan 8 diode yang dirangkai seperti gambar diatas. Untuk supply tegangan dari trafo anda bisa menyesuaikan sendiri tergantung kebutuhan. Gambar diatas hanya contoh saja menggunakan tegangan pakai 32V-CT-32V dari trafo untuk menghasilkan tegangan sekitar 45V DC. Karena tegangan supply ini yang banyak digunakan dan paling aman untuk supply power amplifier anda. Semoga bermanfaat.

5 comments:

  1. mas bahar mawu tanya klo sprti postingan diatas itu kan otputnya ada 6 gmna cara masangany kn klo septereo input tganganya ada 3 ? apakah untuk 2 buah power setereo untuk 1 travo?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk power stereo, sebenarnya adalah 2 modul power dijadikan Satu, sehingga jalur tegangan kedua modul power dijadikan satu. Karena tegangan kedua modul dijadikan satu, maka supply yang keluar cuma 3. Rangkaian diatas sebenarnya digunakan untuk power stereo yang modulnya terpisah, sehingga ada 2 kit modul power mono. Karena ada 2 kit modul power mono, maka tegangan supply ada 6. Jadi intinya adalah satu supply untuk satu channel power mono. Terus untuk power stereo yang jadi satu pcb, maka harus dipisah dulu jalur tegangannya. Jika seperti itu, sebaiknya gak perlu dirubah rangkaian power supplynya, kecuali anda mau agak ribet potong jalur tegangan power stereo tersebut he..he.. Jadi bukan 2 power stereo dijadikan satu, tapi 2 modul PA mono yang tegangan supplynya dipisah.

      Delete
  2. hehe mksh mas atas penjenlasanya skrang saya sudah paham, brrti harus ada du modul mono ya mas , oh iya mas klo buat luar ruangan lebih bagus mana power setereo dalam satu pcb dari pada dua modul mono dijadika setereo?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya sama saja mas. Bedanya cuma 2 modul mono dipisah dan 2 modul mono dijadikan satu. Tapi kebanyakan power dengan watt besar adanya 1 modul mono, jarang saya jumpai power watt besar stereo dalam satu pcb, kebanyakan modul mono dijadikan stereo. Jadi pakai 2 modul mono untuk dijadikan stereo.

      Delete
  3. oke trimakasih mas bahar atas penjrelasanya

    ReplyDelete