Saturday, December 14, 2013

MODIFIKASI RANGKAIAN AMPLIFIER

Kali ini cara modifikasi amplifier. Bagi yang suka otak-atik rangkaian amplifier berikut ada beberapa modifikasi rangkaian amplifier beserta tips dan triknya. Sebenarnya rangkaian amplifier gak usah di modif sudah bagus. Tapi jika ingin mencoba modifikasi silahkan dicoba. Resiko ditanggung sendiri.

Karena segala komponen yang tidak sesuai ukuran menyebabkan ketidakseimbangan tegangan dan perubahan impedansi input. Jika modifikasi hasilnya pas. Suara juga tambah bagus. Modifikasi ini berlaku untuk rangkaian power OCL, Blazer, gain clone, dan amp simetrik lainnya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah :

Power supply. Cara yang paling mudah untuk mendapatkan nilai watt yang besar adalah dengan memperbesar nilai tegangan power supply. Misalkan power amplifier blazer menggunakan supply 47v CT 47v. Ini akan menghasilkan 200W rms per pasang transistor final pada outputnya. Untuk catu daya 32v CT 32v (power OCL) jangan dipaksakan men-drive speaker 15″ jika suara bass dirasa kurang.

Gunakan minimal 2 rail transistor final (1 rail=1 pasang). Berfungsi juga untuk mengurangi panas dan meringankan kerja transistor.

Gunakan speaker bass sesuai karakter yang diinginkan. Misal 12″ lebih cocok untuk hentakan/kick drum dan treble. Sedangkain 15″ cenderung ke bas-mid dan gitar bass.

Untuk Power Blazer memang mempunyai gain yang sangat rendah. Beberapa teman berpendapat bahwa transistor sanken memiliki karakter bass yang sangat empuk, tetapi suara disitu-situ saja alias suaranya tidak bisa menempuh jarak jauh. Ini tidak benar membandingkan transistor berdasarkan kemasan atau mereknya.

Transistor-transistor besar rata-rata memiliki penguatan/gain yang lebih rendah, pantas saja suara bass-nya empuk, terkesan lemah. Untuk menaikkan gainnya kita perlu tambahan rangkaian. Pasang kit tambahan berupa rangkaian master mixer atau giga bass yang dipasang pada input blazer. Usahakan gunakan kit dengan catu daya simetrik +12v ct -12v, ini untuk menghindari signal transien yang berlebihan pada saat power dihidupkan. .

Modifikasi pada rangkaian. Tiap rangkaian power mempunyai 5 komponen kecil yaitu IC 0p-amp, resistor input, resistor gain, dan jaringan R-C. Resistor gain dibantu dengan R input berfungsi untuk menaikkan penguatan (gain). Penguatan yang berlebihan akan menimbulkan noise. Biasanya nilai R gain ini sebesar 15k untuk power blazer, 22k untuk gain clone, 33k untuk power OCL. Semakin kecil nilai R-gain akan semakin kecil penguatannya, tetapi semakin low noise. 

Rangkaian R-C berfungsi untuk resonansi bass. Nilai R-C ini berkisar 560 ohm & 47uF (OCL) sampai dengan 1k-100uF. Menariknya di sini, semakin besar nilai C (elko) nada bass-nya semakin empuk. Sebaliknya semakin kecil C nada bass semakin mid. nilai C ini maksimal adalah 47uF untuk gitar bass yang menggetarkan badan, untuk nada bass kendang dan drum yang menghentak di dada gunakan nilai C 10-22uF tidak lebih.

Kapasitor input untuk power OCL biasa, ganti C input 100nF dengan 22nF. Kapasitor kecil ini jangan khawatir kekurangan bass. Nilai 22nF sangat cocok jika tone control menggunakan transistor seperti PCB ronica sc-006 (tone control transistor).

Untuk tone control yang menggunakan IC, C input jangan diganti dengan nilai keci tapi justru dengan nilai yang lebih besar, misal 220nF. Untuk 4 kapasitor yang ada di kaki potensio bass biasa menggunakan 33nF seperti di PCB ronica, bukan 47nF(ini kurang nendang).

Untuk kesetabilan frekuensi (bass-mid-treble) pasang kapasitor tambahan sebesar 1nF di resistor 100k (input power) secara parallel, ini akan membatasi signal noise yang mengganggu. Dengan kapasitor ini menjamin rangkaian dan speaker bekerja dengan karakter bass. Jika power dalam keadaan on dan kita sentuh inputnya, yang terdengar harus nada bass yang powerful, bukan jeritan treble yang mematikan tweeter.

50 comments:

  1. Assallamualaikum, Mas Bahar ngapunten tanya agar speaker twitter tidak ada suara desis itu dikasik kapasitor dan resistor ukuran berapa ya mas? dan bagaimana cara koneksinya? matursuwun mas. Wassalamualikum.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waalaikumsalam. Umumnya pakai elco bipolar dengan nilai 4,7uf/50v tanpa ada tambahan resistor. Koneksinya hanya dengan diseri. Kalau desis itu memang bawaan dari tweaternya begitu he..he.. Kalau ingin mengurangi desis, bukan dari tweaternya tapi dari rangkaiannya. Desis tidak dapat dihilangkan atau dikurangi, selain merubah rangkaian, dan pasti mempunyai efek samping, jika desis ditekan, maka treble akan turun. Menurut saya selama desis tidak terlalu mengganggu, itu wajar dan normal. Jika mau hilang total ada rangkaiannya he..he.. Tapi menurut saya gak perlu, kecuali untuk sound system profesional. Jadi desis itu normal pak, dan pasti ada, gak bisa dihilangkan he..he..

      Delete
  2. ooo nggih, Mas Bahar pancen O'yei mantap ilmunya mas, gak rugi nduwe dulur pinter electro he he he...matur suwun Mas Bahar, semoga sukses semuanya Aamiin.

    ReplyDelete
  3. Assalamualaikum, mas Bahar ngapunten tanya, sy punya kit TC stereo, disitu ada potensio stereo untuk balance. Apabila potensio ballance tersebut tidak dipasang apakah TC bisa bunyi mas? Apakah normal suaranya? Matursuwun Mas. Wassallamuallaikum.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waalaikumsalam. Masih bunyi, gak masalah. Suara tetap normal. Cuma anda tidak bisa kontrol channel L dan R nya, dan anda tidak bisa menyeimbangkannya. Karena pot balance berfungsi untuk kontrol out L R dan menyeimbangkan suara out L R. Jika ada lagu atau music yang suaranya tidak imbang, atau besar sebelah, maka pot balance ini dapat menyeimbangkannya.

      Delete
  4. Nggih mas Bahar matursuwun pencerahannya. Slamat bekerja sukses selalu. Aamin

    ReplyDelete
  5. Assalamualaikum, mas Bahar ngapunten tanya,sy punya kit TC stereo, disitu ada potensio stereo untuk volume posisi di input TC. kalau misalnya sy membuat potensio volume pada output TC dan yg potensio di input sy lepas apakah TC bisa bunyi? dan apakah suaranya normal mas? ngapunten ngrepoti matursuwun mas. Wassallamuallaikum.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau pot volume di input dilepas begitu saja, maka tc gak bunyi pak. Karena jalur input putus, karena gak ada potensionya. Silahkan lihat jalurnya.

      Delete
  6. Nb : apakah potensio di input TC dilepas begitu saja, atau ada jumper jumpernya mas? suwun

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harus di jumper. Silahkan Konek pin tengah dan pin sebelah kanan di pcb. Agar jalur input dapat tersambung baypass, dan tc bisa bunyi. Kemudian pasang pot volume di jalur outnya. Ngomong-ngomong kenapa pot volumenya di pindah di jalur out pak he..he..??

      Delete
  7. namanya juga gak gelem meneng mas bahasa inggrise the NGGRATIL all otak atik terus ben pinter sperti mas Bahar he he...TC niru niru di mbah google biar gak over drive he he he..matursuwun Mas. Salam sukses semuanya.

    ReplyDelete
  8. Assalamualaikum, mas Bahar ngapunten tanya cara paling manjur membersihkan potensio bunyi kresek kresek menggunakan apa ya mas? Matursuwun. Wassallamualikum

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waalaikumsalam. Pakai potensio cleaner, atau elektronik cleaner, banyak dijual ditoko elektronik. Jangan pakai WD ya, bisa ancur potensionya he..he..

      Delete
  9. Nb: menggunakan cairan apa yang tidak menimbulkan kerusakan dikemudain hari. Matursuwun Salam Audio Lover

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sudah saya sebutkan diatas. Tidak akan menimbulkan kerusakan lagi, jika memang problemnya hanya karena potensio kotor karena debu. Tapi jika yang rusak karbon potensionya yang habis, maka hal ini tidak bisa dibersihkan pakai cleaner. Jikalau pun bisa, biasanya problem muncul kembali. Jika sudah seperti itu, maka lebih baik diganti potensio baru.

      Delete
  10. Nggih Mas Bahar ngapunten, matursuwun share ilmunya. Salam audiolover.

    ReplyDelete
  11. Assalamualaikum, mas Bahar ngapunten tanya beda suara TC yg menggunakan kapasitor Milar dibandingkan MKM bedanya apa ya mas? apa lebih mantap atau lebih halus atau lainnya mas? Matursuwun ngapunten bolak balik tanya he he he... Wassallamualikum

    ReplyDelete
  12. Nb : sy lihat pada kit ada potensio yang kaki tengahnya di gabungkan ke kaki tepi itu maksutnya untuk apa ya mas? matursuwun ngapunten ngrepoti.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang ada yang pakai sistem itu, tergantung rangkaiannya pak. Maksudnya ya memang sistemnya seperti itu pak he..he.. Saya gak bisa jelasin he..he..

      Delete
  13. He he he.. Nggih mas Bahar matursuwun share ilmunya.

    ReplyDelete
  14. Assalamualaikum, Mas Bahar sebelumnya saya ucapkan selamat Idul Fitri Mohon Maaf Lahir dan Batin. Ngapunten nanya sy punya speaker subwoover 12" doble coil merk revox bawa'an dari mobil, klu sy pasang di PA rakitan sy output 300 W sebaiknya dua coil tersebut dipararel atau diseri, atau hanya dipakai satu coil saja mas? Ngapunten matur suwun. Wassalamuallaikum.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waalaikumsalam. Taqobbalallohu minna wa minkum. Kalau diparalel suara lebih kenceng. Kalau diseri suara jadi kalem. Hanya perbedaan impedansi saja pak. Kalau diparalel jadi 2 ohm, kalau diseri jadi 8 ohm. Dan kalau hanya pakai 1 spul saja, maka jadi 4 ohm. Kalau dipasang di power rakitan, maka lebih baik diseri, cocok dengan powernya yang 8 ohm.

      Delete
  15. Nggih Mas Bahar matursuwun share ilmunya. Salam sukses selalu. Aamin

    ReplyDelete
  16. Assalamualaikum, Mas Bhar ngapunten tanya kalau tidak repot, sy punya speaker ACR 12" 1230 ( Fullrange ) kalau dipararel dengan ACR 12" ( Woofer ) hasil suaranya bener apa ngdak ya Mas? atau suaranya jadi gak natural? atau bagaimana pemasangan yang benar Mas? maaf mengganggu waktunya. matur suwun. Wassalamuallaikum

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waalaikumsalam. Kalau speaker beda jenis full range dan woofer, maka lebih baik diparalel pak. Kalau diseri suaranya tidak seimbang. Kecuali full range dengan full range, maka boleh diseri.

      Delete
  17. Nggih Mas Bahar matur suwun share ilmunya. Sukses selalu mas.

    ReplyDelete
  18. Mas Bahar ngapunten tanya lagi, box sub woofer untuk PA di rumah sebaiknya ada lubang anginnya apa ndak ya? sokalnya klu sy lihat box sub w di mobil tdk ada lubang anginnya. lalu bedanya apa ya mas? matur suwun ngapunten.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menurut saya itu memang desain boxnya. Yang saya tahu box subwoofer rumahan, tetap ada lubang angin, cuma speaker posisi ada di dalam box, bukan diluar. Jadi suara bass keluar lewat lubang angin.

      Delete
  19. oooo.....nggih Mas Bahar, Panjenengan pancen O'yeiii he he he..matursuwun share ilmuninya. Sukse selalu Mas.

    ReplyDelete
  20. Assalamualaikum, Mas Bhar ngapunten tanya kalau tidak repot, sy rencana merakit satu power lagi khusus untuk bass. driver PA yg bagus untuk bass saja apa ya mas? sy lihat di toko delta nggedangan SDA kmaren ada kit: DTK BTL 600W, kit Yerossy, SOCL 500W, kit 3 Tingkat, kit Blazzer 500W dll. milih yg mana mas? kalau yg BTL untuk bass saja cocok apa ndak mas? matur suwun ngapunten. Wassalamuallaikum

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waalaikumsalam. Pertanyaan yang tepat sekali pak he..he.. Sayangnya saya belum bisa jawab, karena belum coba semua power diatas. Kalau subwoofer lebih baik jangan di BTL dulu, coba versi normal dulu. Kalau gak kuat baru di btl. Kalau boleh saya pilih, kit yerossy pak.

      Delete
  21. oooo,,,nggih mas Bahar Matursuwun share ilmunya. Maju terus lancar semuanya mas Aamiin.

    ReplyDelete
  22. Assalamualaikum, Mas Bahar ngapunten tanya kalau tidak repot, sy kemaren pasang crossover aktif subwoofer produknya Bell BGR, main Out menuju ke input PA stereo 300W ( speaker 3 way ) dan Sub Out menuju ke PA mono 300W ( speaker subwoofer 12" ) sesuai petunjuk pemakaiannya, yg sy tanyakan kenapa suara subwoofernya kok pelan ya mas? walaupun vol PA sudah jam 12. apa out subwoofer harus dikasih master mixer atau TC biar lebih keras suaranya? O iya kalau lewat TC kan ada pengaturan bass dan treble apa gak berpengatruh / merubah suara Sub nya mas? ngapunten. mohon sarannya Matursuwun Mas Bahar ngapunten ngrepoti. Wassalamualaikum.

    ReplyDelete
  23. Nb: Bagaimana cara pemasangan crossover aktif ada filter subwoofer yg benar ya mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waalaikumsalam. Pemasangan sudah benar pak. Coba ditambahkan master mixer pak, pada out subwoofernya.

      Delete
  24. Nggih Mas Bahar, matursuwun share ilmunya. Sukses selalu mas lancar semuanya. Aamiin YRA.

    ReplyDelete
  25. Assalamualaikum, Mas Bahar ngapunten tanya kalau tidak repot, speaker woofer 12" karet tepinya ada yg agak keras dan ada juga yg sangat lentur. dari kedua jenis itu beda suaranya bagaimana ya mas? ngapunten. mohon sarannya Matursuwun Mas Bahar ngapunten ngrepoti. Wassalamualaikum.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waalaikumsalam. Wah saya bukan ahlinya pak menjelaskan masalah ini. Tapi saya dulu pernah coba speaker woofer National karet lentur dengan ACR karet keras. Memang karakternya beda bassnya. Untuk woofer karet lentur respon bass lebih empuk, cocok untuk music jazz dan slow, mungkin campursari masuk disini. Gak cocok buat musik keras kayak rock dan dangdut koplo. Tapi woofer ACR karet keras cocok buat musik keras Rock, dangdut, dll. Gak cocok untuk musik jazz dan slow, karena karakter bassnya agak atos.

      Delete
  26. sy punya speaker woofer 12" merk Panasonic tepi karetnya sangat lentur sekali cocoknya untuk jenis musik sperti apa ya mas? untuk campursari cocok apa ndak? Matursuwun.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cocok untuk musik Jazz, slow, mungkin campursari masuk disini. Tapi musik yang banyak suara kendang cocok yang lebih mid yaitu karet keras, yang karakter bassnya lebih low mid.

      Delete
  27. Nggih Mas Bahar, matursuwun share ilmunya. Sukses selalu mas lancar semuanya. Aamiin YRA.

    ReplyDelete
  28. Assalamualaikum, Mas Bahar ngapunten tanya kalau tidak repot untuk master mixer lebih bagusnya atau enak suaranya pakai ic jrc4558 atau yg ne5532 ya? saya punya ic kedua duanya yg original. harga per ic nya 30 ribu an. mohon sarannya Matursuwun Mas Bahar ngapunten ngrepoti. Wassalamualaikum.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau menurut saya pak. Ic JRC4558 itu karakternya lebih midle, bass dan treble tumpul. Ic NE5532 karakternya lebih soft, treble lebih halus, bass lebih empuk, tapi midle kalah dengan JRC4558. Itu versi saya pak he..he..

      Delete
  29. Assalamualaikum, Mas Bahar ngapunten tanya, Sy mau Upgrade Equalizer 5 Band Menggunakan IC LA3600. ic nya diganti yg type berapa ya mas? yg original dan lebih mantap suaranya. mohon sarannya Matursuwun Mas Bahar ngapunten ngrepoti. Wassalamualaikum.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waalaikumsalam. Ic LA3600 itu gak ada persamaannya pak, cuma ada satu itu saja, gak bisa diganti yang lain. Karena ic LA3600 bukan jenis op amp seperti ic 4558 atau sejenisnya yang banyak variannya. Khusus ic LA3600 tidak ada penggantinya atau persamaannya pak.

      Delete
  30. Nggih Mas Bahar matursuwun pencerahanya. Salam Sukses selalu mas Bahar. Aamiin. YRA

    ReplyDelete
  31. Assalamualaikum, Mas Bahar ngapunten tanya kalau tidak repot, untuk home audio rakitan susunan terbenar atau paling enak suaranya apakah : 1. vcd ke tonecontrol ke equalizer baru ke PA. 2. atau vcd ke equalizer ke tonecontrol baru ke PA. Matursuwun Mas Bahar ngapunten ngrepoti. Wassalamualaikum.

    ReplyDelete
  32. Ngapunten Mas Bahar satu lagi pertanyaanya he he..apa Yang dimaksud dengan rangkaian( TEF ) tripple emitter follower pada PA? apa bedanya dengan PA standart OCL biasa. matursuwun ngapunten.

    ReplyDelete
  33. Ngapunten Mas Bahar ngapunten satu lagi pertanyaanya he he he ngapunten ngrepoti. speaker 12" untuk home audio yang cocok untuk musik dangdut pakai merek apa dan jenis speaker yg type bagaimana ya? matursuwun

    ReplyDelete